Surat Untuk Diriku 4 Tahun mendatang
Dear Future Me,
Apa kabar ? Semoga baik – baik saja ya
diriku dimasa depan! Percaya sama diri sendiri! Udah sukses kan ? Aamiin.
Mungkin nanti 4 tahun mendatang kamu
akan menjadi orang berbeda. Pastinya berbeda dari hari ini saat aku menulis
surat ini untukmu. Aku tahu kamu mempunyai tujuan yang kamu rancang untuk kamu
wujudkan di 4 tahun mendatang. Aku tahu kamu adalah orang yang tidak pernah
putus asa dan selalu ingin mencoba dan mencoba.
Aku melihatmu tertawa, dikelilingi
orang-orang yang kamu sayangi dengan sepenuh hati, dengan kesuksesan yang kau
miliki diumurmu yang telah dewasa. Kau sungguh bahagia.
Sesaat kemudian kamu tiba-tiba berhenti
tertawa dan melihat diriku, dirimu ketika masih muda, yang sangat egois,
mempunyai tekad yang kuat, pantang menyerah, dan pemberani. Lalu kamu tersenyum
karena rasa sayang dan syukur untukku yang telah melewati 26 tahun yang sangat
berarti.
Melihat akan diriku, dirimu di masa lalu
yang sedang berjuang untuk meraih mimpi dan harapanmu. Kamu melihat diriku yang
menangis dibalik bantalku yang telah basah oleh airmata karena aku tidak dapat
melanjutkan pendidikan dikarenakan ketidaksanggupan orang tua akan biaya,tetapi dengan kesungguhanmu bekerja keras untuk tetap melanjutkan pendidikanmu,akhirnya kamu bisa melanjutkanya dengan hasil usahamu.
Kamu melihatku yang bekerja keras
membantu ekonomi keluarga. Kamu melihatku yang berjuang setiap hari dengan
pekerjaan yang sibuk dan omelan atasan setiap hari. Kamu teringat akan
perjuanganku, yang hancur, menangis sedih, kesepian, putus asa, gemetar dan
ketakutan; dan kamu teringat kalau aku percaya bahwa aku akan berhasil
melewatinya. Kamu melihat kalau aku baik-baik saja.
Kamu melihat bahwa aku berhasil melewati
jalan yang panjang, dan kamu tersadar bahwa aku menjadi lebih kuat, lebih
cerdas dan lebih baik daripada aku yang sebelumnya. Kamu teringat akanku yang
gagal pada hal-hal yang menjadi impianku. Kamu melihat ketika aku kehilangan
hal-hal yang berharga dalam hidupku. Dan aku ketakutan akan dirimu, masa
depanku. Dan kau melihat dirimu bahwa kau berhasil melewatinya.
Diriku di masa depan, kamu sudah
menemukan cara untuk menjadi lebih sabar, mandiri dan pantang menyerah. Aku
yakin bahwa segalanya berjalan dengan lancar dan membuktikan bahwa apa yang aku
jalani saat ini adalah bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar dan baik
kedepannya. Aku melihatmu dan aku tahu bahwa kamu bangga akan diriku yang telah
berjuang keras demi keluarga dan kesuksesanmu, diriku dimasa depan.
Kamu, diriku di masa depan, kamu dikelilingi
oleh orang-orang hebat dan dilimpahi oleh cinta dan kasih sayang yang besar
dalam hubunganmu dengan teman dan keluargamu. Keakrabanmu dengan saudaramu,
kerabatmu, sahabat dan teman-temanmu adalah sumber anugerah dan kebahagiaan
dalam hidupmu. Dan kau merasa tak kekurangan suatu apapun ketika bersama
mereka.
Di usiaku yang menginjak 22 tahun ini,
kamu belum tahu siapa belahan jiwamu kelak, tapi kamu percaya bahwa siapapun wanita
yang aku pilih, dia adalah wanita yang baik. Wanita yang mampu membuatku
memilihnya karena kebaikannya, yang mampu memberi kebahagiaan untuk dirimu
kelak.
Hmmm... rasanya pasti tidak bisa
diungkapkan, hanya rasa yang haru yang ada dibenakmu nanti. Terharu karena
impian yang selama ini diinginkan dan diperjuangkan,akhirnya dapat membuahkan
hasil. Dan terharu karena kamu membaca surat ini mengingatkan kamu dengan
perjuanganmu saat ini.
Salam dari aku,
Riki Rahman
Yourselves in the past.
Sumber Referensi : https://opinion.idntimes.com/social/overisa-elizabeth/
Sumber Referensi : https://opinion.idntimes.com/social/overisa-elizabeth/

