Selasa, 22 November 2016

Surat Untuk Diriku

Surat Untuk Diriku 4 Tahun mendatang


Dear Future Me,
Apa kabar ? Semoga baik – baik saja ya diriku dimasa depan! Percaya sama diri sendiri! Udah sukses kan ? Aamiin.

Mungkin nanti 4 tahun mendatang kamu akan menjadi orang berbeda. Pastinya berbeda dari hari ini saat aku menulis surat ini untukmu. Aku tahu kamu mempunyai tujuan yang kamu rancang untuk kamu wujudkan di 4 tahun mendatang. Aku tahu kamu adalah orang yang tidak pernah putus asa dan selalu ingin mencoba dan mencoba.

Aku melihatmu tertawa, dikelilingi orang-orang yang kamu sayangi dengan sepenuh hati, dengan kesuksesan yang kau miliki diumurmu yang telah dewasa. Kau sungguh bahagia.

Sesaat kemudian kamu tiba-tiba berhenti tertawa dan melihat diriku, dirimu ketika masih muda, yang sangat egois, mempunyai tekad yang kuat, pantang menyerah, dan pemberani. Lalu kamu tersenyum karena rasa sayang dan syukur untukku yang telah melewati 26 tahun yang sangat berarti.



Melihat akan diriku, dirimu di masa lalu yang sedang berjuang untuk meraih mimpi dan harapanmu. Kamu melihat diriku yang menangis dibalik bantalku yang telah basah oleh airmata karena aku tidak dapat melanjutkan pendidikan dikarenakan ketidaksanggupan orang tua akan biaya,tetapi dengan kesungguhanmu bekerja keras untuk tetap melanjutkan pendidikanmu,akhirnya kamu bisa melanjutkanya dengan hasil usahamu.

Kamu melihatku yang bekerja keras membantu ekonomi keluarga. Kamu melihatku yang berjuang setiap hari dengan pekerjaan yang sibuk dan omelan atasan setiap hari. Kamu teringat akan perjuanganku, yang hancur, menangis sedih, kesepian, putus asa, gemetar dan ketakutan; dan kamu teringat kalau aku percaya bahwa aku akan berhasil melewatinya. Kamu melihat kalau aku baik-baik saja.

Kamu melihat bahwa aku berhasil melewati jalan yang panjang, dan kamu tersadar bahwa aku menjadi lebih kuat, lebih cerdas dan lebih baik daripada aku yang sebelumnya. Kamu teringat akanku yang gagal pada hal-hal yang menjadi impianku. Kamu melihat ketika aku kehilangan hal-hal yang berharga dalam hidupku. Dan aku ketakutan akan dirimu, masa depanku. Dan kau melihat dirimu bahwa kau berhasil melewatinya.

Diriku di masa depan, kamu sudah menemukan cara untuk menjadi lebih sabar, mandiri dan pantang menyerah. Aku yakin bahwa segalanya berjalan dengan lancar dan membuktikan bahwa apa yang aku jalani saat ini adalah bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar dan baik kedepannya. Aku melihatmu dan aku tahu bahwa kamu bangga akan diriku yang telah berjuang keras demi keluarga dan kesuksesanmu, diriku dimasa depan.

Kamu, diriku di masa depan, kamu dikelilingi oleh orang-orang hebat dan dilimpahi oleh cinta dan kasih sayang yang besar dalam hubunganmu dengan teman dan keluargamu. Keakrabanmu dengan saudaramu, kerabatmu, sahabat dan teman-temanmu adalah sumber anugerah dan kebahagiaan dalam hidupmu. Dan kau merasa tak kekurangan suatu apapun ketika bersama mereka.

Di usiaku yang menginjak 22 tahun ini, kamu belum tahu siapa belahan jiwamu kelak, tapi kamu percaya bahwa siapapun wanita yang aku pilih, dia adalah wanita yang baik. Wanita yang mampu membuatku memilihnya karena kebaikannya, yang mampu memberi kebahagiaan untuk dirimu kelak.


Hmmm... rasanya pasti tidak bisa diungkapkan, hanya rasa yang haru yang ada dibenakmu nanti. Terharu karena impian yang selama ini diinginkan dan diperjuangkan,akhirnya dapat membuahkan hasil. Dan terharu karena kamu membaca surat ini mengingatkan kamu dengan perjuanganmu saat ini.

Salam dari aku,
Riki Rahman
Yourselves in the past.


Sumber Referensi : https://opinion.idntimes.com/social/overisa-elizabeth/